21 Cara Mengatur Keuangan Untuk Anak Muda Dan Rumah Tangga

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah membuat alokasi anggaran bulananan. Alokasikan pendapatan Anda untuk kebutuhan sehari-hari sebanyak forty% saja, sekitar 30% saja untuk membayar cicilan hutang, untuk tabungan atau investasi di masa depan sekitar 20% saja. Yang lain-lainnya bisa disesuaikan kembali dengan kebutuhan dan pengeluaran Anda. Menabung dan mengatur keuangan akan lebih menyenangkan kalau kamu punya tujuan yang dikejar. Kamu bisa mulai merencanakan anggaran keuangan untuk tabungan rumah atau pergi haji mulai dari sekarang. Dengan memiliki tujuan keuangan seperti ini, secara otomatis kamu akan hemat dan lebih berhati-hati dalam pengeluaran.

Jika Anda memang memiliki pos untuk membayar cicilan utang setiap bulan seperti pos di atas, tentunya hal ini harus diprioritaskan. Pastikan untuk membayar utang secara teratur setiap bulan agar Anda tidak tertunggak dan berdampak pada buruknya iDebt SLIK OJK Anda. Pensiun itu mahal, jadi sebaiknya Anda mulai menabung untuk pensiun ketika memulai pekerjaan pertama. Sekalipun Anda berupaya keluar dari utang, tetaplah berkontribusi pada pertandingan yang ditawarkan oleh atasan.

JAKARTA, KOMPAS.TV- Perempuan seringkali memegang peranan penting dalam mengatur keuangan keluarga. Investasi adalah sesuatu yang harus kamu apertimbangkan ketika mengelola keuangan kamu dengan benar yaa. Di saat arus kas masuk berjalan perlahan, maka yang perlu kita lakukan tentu menyetel arus keluar uangmu di kecepatan yang sama. Ini artinya, kamu perlu menyusun ulang skala prioritas pengeluaran. Di masa pandemi, biaya yang bisa ditunda misalnya biaya berekreasi atau makan di luar.

Manfaatkan aplikasi penganggaran yang juga bisa melacak pengeluaran secara otomatis. Jika ingin menghemat uang, memiliki tujuan spesifik yang ingin dicapai dapat sangat membantu dalam menjaga momentum menabung. Pikirkan tentang apa yang ingin dicapai dengan menabung, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu trik untuk membantu mengendalikan pengeluaran harian adalah dengan menggunakan uang tunai sebagai pengganti kartu kredit atau debit. Mungkin tidak selalu ampuh, tapi setidaknya membantu memvisualisasikan berapa banyak uang yang dibelanjakan.

Melalui anggaran, kamu akan dapat menentukan apa yang benar-benar kamu butuhkan dan apa yang sekadar menjadi keinginan. Kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu aspek penting yang sudah selayaknya dimiliki oleh setiap orang. Sayangnya, untuk memiliki kebiasaan finansial yang baik, kamu harus melalui proses panjang dan dituntut untuk selalu konsisten. Karena itu, kamu perlu mengembangkannya sejak duduk di bangku perkuliahan.

Tips mengatur keuangan

Jika pengeluaranmu lebih kecil dari pemasukan, itu berarti kondisi keuanganmu sehat. Sebaliknya, jika pemasukan lebih kecil dari pengeluaran, maka kondisi keuanganmu tidak sehat. Penuhi dulu semua kebutuhan selama bulan ini, setelah itu barulah pakai uang untuk berbelanja. Memiliki catatan pengeluaran bisa membantu Anda mengontrol diri karena bisa mengetahui boros atau tidaknya Anda di bulan lalu. Hal ini memang terdengar merepotkan, dan belum tentu semua orang punya waktu untuk mencatat pengeluarannya selama sebulan penuh. Tapi saat ini sudah banyak tersedia aplikasismartphone yang berguna untuk mencatat pengeluaran.

Jika Anda bukan tipe yang mampu membatasi diri sendiri, maka berikan jatah yang kecil untuk Anda berbelanja setiap bulannya. Setelah menyisihkan uang tabungan, sekarang mulailah untuk merinci daftar keperluan mu setiap bulannya. Seperti uang makan, uang skincare, uang sedekah, uang listrik, uang gasoline, dan lain sebagainya. Catat dan buatlah serinci mungkin dan alokasikan besaran dana tersebut ke setiap pos keuangannya.

Pengatur suhu yang diprogram otomatis dapat membantu Anda menghemat uang, sehingga lebih mudah menyisihkan uang untuk tabungan. Pilihlah AC yang memiliki pengatur suhu dengan daya energi yang terendah, sehingga dapat hemat energi dan hemat uang, walaupun harga belinya sedikit lebih mahal daripada yang model biasa. Selain membiasakan diri membuat anggaran rencana belanja bulanan, Anda juga harus membiasakan diri untuk mematuhi anggaran keuangan yang sudah dibuat.